Trump kembali mengkritik Powell sebagai "orang yang salah"! Mengisyaratkan kebijakan moneter mungkin akan berbalik, pasar dan Bitcoin sangat sensitif

GateNews
BTC-0,81%

Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan dalam wawancara dengan Fox Business bahwa memilih Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve adalah “kesalahan besar” dan secara langka mengakui bahwa dia lebih condong kepada Kevin Wirth namun tidak berkeras. Dia mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak sesuai dengan filosofi ekonomi yang menekankan pertumbuhan dan momentum, dan bahwa irama kebijakan Federal Reserve juga tidak mendukung arah tersebut. Pernyataan ini dengan cepat memicu diskusi di pasar dan dipandang sebagai sinyal kuat tentang arah kebijakan moneter di masa depan.

Kevin Wirth bukanlah pilihan biasa. Dia pernah menjabat sebagai anggota Federal Reserve dari 2006 hingga 2011, terlibat secara mendalam dalam pengambilan keputusan selama krisis keuangan global, dan dikenal dengan sikap keras terhadap inflasi. Pada 2017, dia sempat menjadi kandidat utama untuk posisi Ketua Fed, dan akhirnya menempati posisi kedua. Trump kali ini “mengungkit masa lalu”, yang diartikan oleh banyak pihak sebagai refleksi terhadap keputusan sebelumnya dan juga sebagai sinyal bahwa ada kemungkinan peninjauan ulang terhadap calon kebijakan di masa depan.

Konflik antara Trump dan Powell sudah berlangsung lama. Ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga secara berturut-turut pada 2018, Trump berkali-kali mengkritik secara terbuka, menganggap kebijakan pengetatan tersebut menekan ekspansi ekonomi dan melemahkan daya saing. Bahkan setelah pandemi dan perubahan kondisi, ketidakpuasan ini belum mereda. Kini, masa jabatan Powell akan berlanjut hingga 2028, dan pernyataan terbaru Trump meskipun tidak menyebutkan nama pengganti, telah membuat pasar kembali menilai kemungkinan perubahan arah kebijakan Federal Reserve.

Perubahan kebijakan moneter memiliki dampak mendalam terhadap aset berisiko. Lingkungan yang longgar biasanya meningkatkan likuiditas, dan likuiditas ini adalah faktor utama yang mempengaruhi volatilitas pasar kripto dan saham teknologi. Melihat kembali periode 2020 hingga 2021, pelonggaran agresif dari Federal Reserve dan kenaikan besar Bitcoin hampir terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, pernyataan Trump dipandang sebagai variabel makro yang berpotensi mempengaruhi persepsi investor terhadap suku bunga, arah dolar AS, dan prospek aset digital.

Ini bukan sekadar pernyataan politik, tetapi juga sebagai ujian terhadap jalur kebijakan. Bagi trader, perubahan ekspektasi berarti ruang baru untuk bertaruh; bagi investor jangka panjang, ini menuntut peninjauan ulang terhadap peluang dan risiko dalam lingkungan makro. Langkah selanjutnya Federal Reserve kembali menjadi pusat perhatian modal global.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.

Artikel Terkait

IMF memperingatkan ketidakseimbangan global yang semakin parah: tarif tidak efektif atau mendorong arus dana ke Bitcoin dan stablecoin

Penelitian Dana Moneter Internasional menunjukkan bahwa efek tarif terhadap penyesuaian defisit perdagangan global terbatas, dan faktor yang benar-benar berpengaruh adalah kebijakan ekonomi makro. Seiring ketidakseimbangan global yang membesar, risiko keuangan meningkat, struktur pasar mungkin akan berubah, dan aset kripto dapat menjadi instrumen untuk mengimbangi ketidakpastian.

GateNews4menit yang lalu

Charles Schwab membuka perdagangan Bitcoin dan Ethereum: 38,9 juta pengguna masuk, mengguncang lanskap pasar kripto

Raksasa keuangan tradisional Charles Schwab berencana meluncurkan layanan “Schwab Crypto” pada kuartal kedua tahun 2026, untuk menyediakan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum kepada 38,9 juta pelanggannya. Model ini akan menurunkan ambang investasi, mengubah cara selama ini melakukan alokasi tidak langsung ke aset kripto, serta memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, Schwab memiliki biaya rendah dan basis pelanggan yang besar, yang mungkin memberi tekanan pada platform kripto yang sudah ada; ke depan, perusahaan ini mungkin akan meluncurkan produk stablecoin untuk membangun ekosistem aset digital.

GateNews12menit yang lalu

Data besar masuk minggu ini pada hari Kamis: apakah Bitcoin dapat bertahan di 67k dolar AS bergantung pada sinyal Federal Reserve

Minggu ini, AS akan merilis empat data makro, termasuk notulen rapat FOMC dan data CPI, yang akan memengaruhi apakah Bitcoin dapat mempertahankan level psikologis $67k. Bitcoin saat ini berfluktuasi di sekitar $69k, dengan penurunan 23% sejak awal tahun. Sentimen pasar sedang lesu, dukungan dana institusional terbatas, sehingga permintaan cenderung lemah; ini menjadi momen kunci dalam perebutan antara pihak yang bullish dan bearish.

GateNews16menit yang lalu

Likuidasi senilai 20 juta dolar! James Wynn yang short Bitcoin malah terpaksa dilikuidasi, akunnya hanya tersisa 900 dolar

Pedagang ternama James Wynn gagal melakukan posisi short Bitcoin di platform Hyperliquid, dipaksa cuti (forced liquidation), dengan kerugian mendekati 20 juta dolar AS. Dalam dua minggu terakhir, ia telah mengalami 6 kali likuidasi paksa, yang menyoroti risiko dari trading dengan leverage tinggi. Bitcoin baru-baru ini bangkit kembali, terutama didorong oleh short squeeze; total kapitalisasi pasar kembali ke sekitar 2,35 triliun dolar AS.

GateNews18menit yang lalu
Komentar
0/400
SiYuvip
· 02-10 08:58
Terburu-buru 2026 👊
Lihat AsliBalas0