Pesan Berita Gate, 24 April — Iran merilis rekaman video yang menunjukkan kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam melakukan operasi naik kapal hari ini, sehingga memperlihatkan kapabilitas “taktik kawanan” di Selat Hormuz. Taktik tersebut melibatkan ratusan kapal kecil berkecepatan tinggi yang melancarkan serangan cepat dan serangan yang menyebar, menciptakan ketidakpastian besar bagi perdagangan maritim.
Dua kapal dagang, MSC Francesca dan Epaminondas, disita dalam insiden tersebut, menegaskan pergeseran Iran ke peperangan asimetris setelah kerusakan pada armada angkatan laut konvensionalnya. Para analis mencatat bahwa sistem penangkal maritim Iran kini mengintegrasikan kemampuan kapal cepat, rudal, drone, dan peperangan elektronik. Presiden AS Trump meremehkan ancaman tersebut, dengan menyatakan Iran masih mengupayakan perundingan, tetapi memperingatkan tindakan militer jika pembicaraan ditolak. Sementara itu, pasukan militer AS terus melakukan operasi blokade dan intersepsi di kawasan tersebut.
Pengamat industri memperingatkan bahwa kapal-kapal kecil berkecepatan tinggi jauh lebih sulit dilacak dan dinetralisir dibanding kapal perang besar, yang akan secara signifikan meningkatkan risiko gangguan pengiriman dan biaya asuransi, sehingga memberikan tekanan berkelanjutan pada jalur transportasi energi global.