Australia akan mengenakan pungutan 2,25% atas pendapatan lokal Meta, Google, dan TikTok kecuali mereka menandatangani kesepakatan untuk membayar outlet media lokal untuk berita di platform mereka, menurut Reuters. Insentif Tawar-Menawar Berita yang diusulkan akan mengarahkan hasil pungutan kepada perusahaan berita, dengan platform menerima offset yang lebih besar untuk kesepakatan dengan penerbit yang lebih kecil. Rencana ini menggantikan aturan pembayaran berita Australia 2021, setelah Meta sempat memblokir berbagi berita sebelum kemudian menandatangani kesepakatan dengan beberapa perusahaan media lokal yang berakhir pada 2024.
Rencana ini memberi insentif finansial kepada platform untuk menandatangani perjanjian komersial. Kesepakatan tersebut dapat menurunkan tingkat efektif menjadi 1,5% dari 2,25% pendapatan Australia. Canberra memasukkan offset yang lebih besar bagi penerbit yang lebih kecil: kesepakatan dengan mereka mendapat offset 170%, dibanding 150% untuk outlet yang lebih besar.
Aturan ini mencakup platform digital dengan lebih dari A$250 juta (US$179 juta) dalam pendapatan Australia ditambah setidaknya 5 juta pengguna media sosial atau 10 juta pengguna pencarian di negara tersebut. Meta dan Google bisa menghadapi tagihan tahunan sebesar A$33,75 juta (US$24,2 juta) dan A$202,5 juta (US$145 juta) masing-masing jika mereka tidak mencapai kesepakatan.
Kebijakan ini menjangkau Meta karena perkiraan menempatkannya unggul dari Google dalam pendapatan iklan digital global pada 2026, sebesar US$243,46 miliar. Pertumbuhan 24,1% itu berasal dari alat iklan berbasis AI plus Reels, produk video pendek Meta, bukan dari konten berita. Tagihan tersebut membuat Meta mempertimbangkan biaya dibanding dorongannya untuk mengakhiri atau mengurangi perjanjian berita di Australia. Aturan ini mengatasi isu konsentrasi pasar iklan: Meta, Google, dan Amazon diperkirakan akan mengambil 62,3% belanja iklan digital global pada 2026.