Baru-baru ini, sebuah prediksi besar muncul di persimpangan antara keuangan tradisional dan dunia kripto. Raksasa perbankan multinasional Standard Chartered merilis laporan riset terbaru yang menunjukkan bahwa seiring aset digital semakin meluas, penerbit stablecoin berpotensi menjadi salah satu pembeli terpenting di pasar obligasi pemerintah AS. Analis bank tersebut memperkirakan bahwa pada akhir tahun 2028, kapitalisasi pasar stablecoin global akan mencapai angka fantastis sebesar $2 triliun, menghasilkan permintaan tambahan sekitar $1 triliun untuk obligasi pemerintah AS. Pandangan ini memicu diskusi luas di kalangan investor kripto maupun pelaku pasar keuangan tradisional.
Fondasi $2 Triliun: Pertumbuhan Eksplosif Stablecoin
Tim analisis Standard Chartered yang dipimpin oleh Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research, dan John Davies, US Rates Strategist, menyoroti bahwa meskipun pasar stablecoin belakangan ini melambat akibat volatilitas harga kripto dan perkembangan regulasi, hal tersebut merupakan masalah siklus, bukan struktural. Mereka tetap optimis bahwa pada akhir 2028, kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan akan melampaui $2 triliun.
Berdasarkan data pasar Gate, per 24 Februari 2026, kapitalisasi pasar stablecoin saat ini berada di kisaran $324 miliar. Artinya, dalam dua tahun lebih ke depan, sektor ini berpotensi mengalami pertumbuhan lebih dari enam kali lipat. Lonjakan ini akan didorong tidak hanya oleh permintaan dari perdagangan kripto, tetapi juga oleh beragam aplikasi stablecoin dalam pembayaran, penyelesaian lintas negara, dan keuangan on-chain.
Triliunan Mengalir: Sumber Permintaan Baru untuk Obligasi Pemerintah AS
Jika kapitalisasi pasar stablecoin mencapai $2 triliun sesuai proyeksi, ke mana dana tersebut akan mengalir? Laporan Standard Chartered memberikan jawaban jelas: obligasi pemerintah AS, khususnya surat utang jangka pendek (T-bills).
Penerbit stablecoin—seperti Tether dan Circle—wajib memiliki aset cadangan yang sangat likuid dan berisiko rendah untuk menjaga peg token mereka 1:1 dengan dolar AS. Obligasi pemerintah AS, terutama T-bills jangka pendek, telah lama menjadi pilihan utama mereka. Laporan tersebut mencatat bahwa seiring suplai stablecoin meningkat, penerbit akan mengakumulasi lebih banyak obligasi pemerintah jangka pendek sebagai cadangan, yang akan membawa sekitar $800 miliar hingga $1 triliun permintaan baru untuk obligasi pemerintah AS dalam beberapa tahun ke depan.
Lonjakan permintaan ini akan menjadikan penerbit stablecoin sebagai "whale" obligasi pemerintah yang setara dengan negara-negara berdaulat besar. Sebagai contoh, kepemilikan obligasi pemerintah AS oleh Tether telah melampaui banyak negara berukuran menengah. Data pasar Gate menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar USDT saat ini tetap di atas $141 miliar, memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri.
Efek Domino di Pasar Obligasi: Ketidakseimbangan Permintaan-Pasokan dan Pergeseran Struktur Jatuh Tempo
Masuknya dana triliunan dolar bukan perkara kecil—hal ini berpotensi mengubah cara pemerintah AS membiayai dirinya secara mendalam.
1. Kesenjangan Permintaan yang Besar
Analisis Standard Chartered menunjukkan bahwa jika permintaan baru dari stablecoin (sekitar $1 triliun) digabungkan dengan rencana pembelian obligasi oleh Federal Reserve (sekitar $1,2 triliun), total permintaan untuk T-bills jangka pendek dapat mencapai $2,2 triliun pada tahun 2028. Namun, berdasarkan rasio penerbitan saat ini, pasar diperkirakan hanya menyediakan sekitar $1,3 triliun pasokan bersih baru dalam periode yang sama, sehingga kemungkinan terjadi kesenjangan permintaan hingga $900 miliar.
2. Penyesuaian Struktur Penerbitan Obligasi
Menghadapi permintaan T-bills jangka pendek yang belum pernah terjadi sebelumnya, Departemen Keuangan AS mungkin akan memanfaatkan peluang bersejarah ini untuk menyesuaikan struktur utangnya. Standard Chartered memprediksi bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent dapat memanfaatkan permintaan ini dengan meningkatkan porsi T-bills dalam portofolio utang secara keseluruhan. Secara spesifik, menaikkan proporsi T-bills sebesar 2,5% dalam tiga tahun ke depan dapat menghasilkan sekitar $900 miliar pasokan tambahan, sehingga mampu mengisi kesenjangan permintaan yang diciptakan oleh stablecoin.
3. Perubahan Pasokan Obligasi Jangka Panjang
Untuk meningkatkan pasokan obligasi jangka pendek, Departemen Keuangan mungkin akan mengurangi penerbitan obligasi jangka panjang. Standard Chartered bahkan mengajukan skenario berani: jika permintaan T-bills tetap memanas, Departemen Keuangan bisa saja memangkas atau sementara menghentikan lelang obligasi 30 tahun. Hal ini akan mengubah kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS secara signifikan, berpotensi mendorong imbal hasil jangka panjang naik sementara imbal hasil jangka pendek tetap stabil karena permintaan yang kuat.
Kondisi Pasar Saat Ini dan Prospek ke Depan
Meski prospeknya menjanjikan, jalan menuju kapitalisasi pasar stablecoin $2 triliun bukan tanpa tantangan. Gate Research mencatat bahwa pertumbuhan pasar stablecoin secara keseluruhan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan kembalinya pasar bullish kripto.
Perlu dicatat pula bahwa pasar sempat mengalami volatilitas baru-baru ini. Misalnya, stablecoin USD1 yang didukung keluarga Trump sempat kehilangan peg, turun ke $0,994 pada 24 Februari (hari ini), sebelum segera pulih ke $0,9994. Insiden ini menjadi pengingat bahwa mekanisme dan keamanan stablecoin tetap menjadi perhatian utama. Data pasar Gate menunjukkan bahwa peristiwa tersebut tidak memicu kepanikan luas, karena stablecoin utama seperti USDT dan USDC tetap menjaga peg yang kuat.
Standard Chartered memandang perlambatan saat ini sebagai penyesuaian siklus. Seiring kerangka regulasi seperti US GENIUS Act mulai diterapkan, adopsi institusional diperkirakan akan semakin cepat. Pada titik itu, stablecoin tidak hanya menjadi perantara perdagangan kripto, tetapi juga jembatan penting yang menghubungkan sistem fiat tradisional dengan ekosistem keuangan digital.
Kesimpulan
Prediksi Standard Chartered menggambarkan masa depan di mana keuangan saling terhubung: stablecoin bukan lagi sekadar "darah kehidupan" pasar kripto, tetapi berkembang menjadi fondasi penting bagi pasar obligasi pemerintah AS. Jika kapitalisasi pasar stablecoin benar-benar mencapai $2 triliun pada 2028, para penerbitnya akan memegang lebih dari $1 triliun T-bills jangka pendek. Hal ini akan memberikan sumber pendanaan yang stabil bagi pemerintah AS dan memengaruhi tingkat bunga serta struktur utang global secara mendalam.
Bagi investor, pemantauan data stablecoin on-chain, transparansi cadangan, dan perubahan kebijakan makroekonomi akan menjadi kunci untuk tetap unggul di pasar beberapa tahun ke depan. Gate akan terus menghadirkan pembaruan pasar terbaru dan analisis mendalam, membantu Anda menavigasi gelombang aset digital dengan percaya diri.


