Pada Oktober 2025, volume perdagangan bulanan Polymarket melampaui $3 miliar, dengan basis pengguna yang melonjak 93,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka-angka luar biasa ini menyoroti transformasi pasar prediksi yang sangat signifikan—dari eksperimen pinggiran di dunia kripto menjadi komponen inti dalam infrastruktur keuangan arus utama.
Modal mengalir ke sektor ini dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Valuasi Polymarket, didorong oleh antusiasme investor, terus meningkat menuju rekor baru di kisaran $12 hingga $15 miliar. Pesaingnya, Kalshi, juga telah mencatatkan valuasi yang menembus angka $10 miliar.
Transformasi Pasar
Pasar prediksi tengah mengalami perubahan identitas yang mendasar. Dahulu dipandang sebagai alat spekulatif di komunitas kripto, sektor yang sedang berkembang ini berhasil mencapai tiga terobosan besar pada tahun 2025: pelonggaran regulasi, banjir modal, dan integrasi oleh raksasa teknologi. Pada Mei 2025, U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mencabut gugatan terhadap Kalshi, mengakui bahwa kontrak prediksi dapat diperdagangkan secara legal dalam kerangka tertentu. Empat bulan kemudian, CFTC menerbitkan "no-action letter" kepada Polymarket, membuka jalan bagi kembalinya platform tersebut ke pasar AS.
Regulasi yang lebih jelas telah menghilangkan hambatan terbesar bagi masuknya modal. Lembaga keuangan tradisional kini mulai bertaruh besar di sektor baru ini. Intercontinental Exchange (ICE), perusahaan induk New York Stock Exchange, mengumumkan investasi sebesar $2 miliar untuk memperoleh 25% saham di Polymarket. Di saat yang sama, platform teknologi mulai mengintegrasikan data pasar prediksi ke dalam saluran informasi arus utama. Pada Oktober 2025, Google mengumumkan akan memasukkan data prediksi real-time dari Polymarket dan Kalshi ke hasil pencarian Google Finance.
Kini, ketika pengguna mencari pertanyaan seperti "Siapa yang akan menjadi presiden pada 2028?" atau "Probabilitas penurunan suku bunga The Fed," mereka akan melihat grafik prediksi pasar secara real-time tepat di bawah hasil pencarian. Pasar prediksi telah berevolusi dari alat khusus bagi penggemar kripto menjadi produk data yang dapat diakses pengguna sehari-hari dan sering dikutip oleh media.
Kontroversi dan Kelemahan: Jurang antara Ideal dan Realita
Terlepas dari pertumbuhan pesatnya, perdebatan mengenai keaslian dan nilai sosial dari data pasar prediksi tak pernah surut. Pada 2025, sebuah studi dari Columbia University mengindikasikan bahwa sekitar 25% volume perdagangan Polymarket kemungkinan merupakan wash trading. Selama peristiwa besar—seperti pemilu AS atau final olahraga utama—angka ini melonjak hingga 60%. Meski para pakar industri memiliki pandangan berbeda terkait metodologi studi tersebut, temuan ini menyoroti potensi masalah yang tersembunyi di balik euforia pasar.
Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, memberikan wawasan lebih mendalam tentang pasar prediksi. Menanggapi insiden manipulasi pasar, ia mencatat, "Hanya oracle terdesentralisasi yang secara alami mampu menangkal masalah ini." Ia merekomendasikan agar pasar prediksi tidak bergantung pada satu sumber data saja, melainkan menggabungkan beberapa sumber independen dan menerapkan mekanisme resolusi multi-tanda tangan "2-dari-3." Artinya, penyelesaian suatu peristiwa harus mendapat konsensus dari setidaknya dua penyedia data independen, sehingga risiko manipulasi titik tunggal dapat ditekan secara signifikan.
Namun, realitas operasional pasar prediksi seringkali jauh dari ideal tersebut. Sebagian besar platform masih sangat bergantung pada subsidi modal untuk menjaga likuiditas—pada dasarnya mengikuti pola "bakar uang untuk akuisisi pengguna" yang lazim di Silicon Valley. Market maker biasanya hanya menyediakan likuiditas untuk pasar olahraga dan politik yang memiliki data historis melimpah, sementara pasar yang benar-benar mengandalkan pengetahuan privat kerap minim atau bahkan tidak memiliki likuiditas sama sekali.
Gelombang Modal: Taruhan Besar dan Lonjakan Valuasi
Demam modal di pasar prediksi mencapai puncaknya pada paruh kedua 2025. Baik Polymarket maupun Kalshi berhasil mengamankan investasi besar dan mencatat lonjakan valuasi dalam waktu singkat. Setelah investasi ICE sebesar $2 miliar, valuasi Polymarket melonjak ke $8 miliar. Berdasarkan laporan terbaru Bloomberg, perusahaan tersebut kini tengah mencari pendanaan baru dengan valuasi yang lebih tinggi, yakni di kisaran $12 hingga $15 miliar.
Sementara itu, Kalshi mencapai valuasi $5 miliar dalam putaran pendanaan yang dipimpin oleh a16z dan Sequoia Capital, dan tak lama kemudian menembus angka $10 miliar. Raksasa keuangan tradisional CME Group juga mengumumkan rencana untuk meluncurkan kontrak keuangan yang terkait dengan acara olahraga dan indikator ekonomi pada akhir 2025, membuka persaingan langsung dengan platform-platform baru ini. Gelombang modal ini didukung oleh pertumbuhan signifikan dalam aktivitas pengguna dan keterlibatan pasar. Pada 19 Januari 2025, jumlah dompet aktif harian Polymarket mencapai puncak lebih dari 72.600. Meski aktivitas telah menurun, platform ini tetap tangguh, memproses transaksi lebih dari $1 miliar pada bulan tersebut dan melampaui volume perdagangan kumulatif $15,7 miliar.
Strategi Ekspansi: Kepatuhan dan Cakupan Pasar Penuh
Pada Januari 2026, Coinbase bermitra dengan Kalshi untuk meluncurkan pasar prediksi di seluruh 50 negara bagian AS, memperluas lini produknya. Langkah ini menandakan bahwa pasar prediksi telah menjadi bagian dari ekosistem platform perdagangan kripto arus utama. Para analis industri mencatat bahwa pasar prediksi dengan cepat memperluas cakupannya, "dari olahraga dan politik hingga makroekonomi." Polymarket mengadopsi strategi ekspansi "olahraga dulu, baru yang lain," dengan fokus awal pada kontrak olahraga sebelum menambah pasar untuk hampir segala hal.
Pada versi internasional, pengguna sudah dapat memperdagangkan pertanyaan seperti apakah Menteri Pertahanan AS akan mengundurkan diri pada tanggal tertentu atau berapa harga penutupan emas di tahun 2025. Ekspansi ini mencerminkan kepekaan terhadap perubahan permintaan pasar. Pasar prediksi merangkum perkiraan probabilitas yang kompleks menjadi data sederhana dan intuitif—seperti "Kandidat X memiliki peluang menang 87%"—dengan bahasa yang mudah dipahami siapa saja, yang menjadi kunci daya tariknya.
Data pasar menunjukkan bahwa meski total value locked (TVL) Polymarket menurun dari puncak $512 juta selama musim pemilu AS menjadi sekitar $194 juta, angka tersebut masih naik 2.325% dari $8 juta setahun sebelumnya.
Perebutan IP Olahraga: Liga Ternama Jadi Medan Pertarungan Baru
IP olahraga kini menjadi arena utama bagi platform pasar prediksi. Pada 27 Januari 2026, Soccer United Marketing, divisi komersial Major League Soccer (MLS), mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Polymarket.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, Polymarket akan menjadi mitra pasar prediksi eksklusif resmi untuk musim reguler MLS, All-Star Game, final piala, dan Leagues Cup. Perebutan IP olahraga telah dimulai sejak 2025. Pada Oktober tahun lalu, National Hockey League menandatangani perjanjian lisensi multi-tahun dengan Kalshi dan Polymarket. Sebulan berikutnya, Polymarket juga menjadi mitra pasar prediksi eksklusif resmi untuk Ultimate Fighting Championship (UFC).
Data mempertegas pentingnya olahraga bagi platform prediksi. Di Kalshi, lebih dari 90% volume taruhan berasal dari acara olahraga; di Polymarket, angkanya mencapai 43%. Acara olahraga telah menjadi penggerak utama trafik bagi platform pasar prediksi ini.
Inovasi Terkini: Integrasi AI dan Pengembangan Ekosistem
Inovasi di pasar prediksi jauh melampaui sekadar memperluas aset yang dapat diperdagangkan. Pada 2026, integrasi AI dan pasar prediksi diperkirakan akan menjadi tren utama industri. Menurut proyeksi industri, agen AI akan menjadi peserta kunci di pasar prediksi, menyumbang lebih dari 30% volume perdagangan. Agen AI ini bukan sekadar spekulan jangka pendek—mereka akan berperan sebagai penyedia likuiditas utama dengan terus melakukan kalibrasi dan respons berlatensi rendah.
Pasar prediksi juga berkembang menjadi "lapisan pemeriksaan realitas eksternal" bagi sistem AI. Probabilitas pasar berbobot modal dapat menjadi jangkar eksternal, membantu mengoreksi bias dan masalah halusinasi AI. Tren menarik lainnya adalah "penilaian yang tidak dapat dipertaruhkan di pasar prediksi" mungkin secara otomatis akan diturunkan oleh sistem AI, menawarkan pendekatan baru untuk meningkatkan keandalan output AI.
Di sisi ekosistem, inovasi semakin dipercepat. Pada Januari 2026, divisi investasi Pump.fun meluncurkan hackathon "Build in Public" dengan total hadiah $3 juta untuk mendanai 12 proyek berkualitas tinggi. Kompetisi ini menggunakan pasar pengguna sebagai mekanisme evaluasi utama, menekankan nilai nyata dan daya tarik pasar.
Keterkaitan Pasar Kripto: Interaksi antara Prediksi dan Penemuan Harga
Pasar prediksi dan pasar kripto kini semakin terhubung erat. Beberapa platform prediksi kini menawarkan kontrak yang langsung terkait dengan harga kripto, seperti "rentang harga Bitcoin di tahun 2026" dan produk sejenis.
Sebagai contoh, menurut data pasar Gate per 29 Januari 2026, Bitcoin diperdagangkan di angka $88.185,2, dengan kapitalisasi pasar $1,76 triliun dan dominasi pasar sebesar 56,29%.
Menariknya, pasar "state-level" yang ditawarkan oleh platform prediksi—yaitu pasar yang secara kontinu menilai kondisi dunia, bukan hanya hasil satu peristiwa—dapat memberikan lapisan sinyal tambahan bagi investor kripto. Pergeseran dari pasar "event-level" ke "state-level" memungkinkan platform prediksi memberikan agregasi konsensus yang lebih kontinu dan terstruktur.
Seiring data pasar prediksi semakin tersebar luas dan dikutip oleh media arus utama, probabilitas yang dihasilkan oleh pasar ini dapat memengaruhi sentimen dan pengambilan keputusan di pasar kripto, menciptakan jaringan interaksi yang kompleks.
IP olahraga telah menjadi medan utama bagi pasar prediksi, dengan lebih dari 90% volume taruhan Kalshi terkonsentrasi pada acara olahraga dan Polymarket mencapai 43%. Saat NHL, UFC, dan MLS menjalin kesepakatan dengan platform prediksi, liga olahraga arus utama sepenuhnya merangkul sektor baru ini. Dari stadion hingga terminal keuangan, aliran data pasar prediksi telah terintegrasi ke Google Finance dan Bloomberg Terminal, menjadi referensi bagi pengambilan keputusan institusional. Dan dengan agen AI yang diperkirakan akan menyumbang lebih dari 30% volume perdagangan, pasar ini tengah berevolusi dari ajang persaingan manusia murni menjadi ekosistem kolaborasi cerdas antara manusia dan mesin.


