Tinjauan Kasus: Dari Dakwaan $25 Juta hingga Sidang Batal
Pada tahun 2023, dua bersaudara lulusan MIT, Anton dan James Peraire-Bueno, didakwa karena diduga menggunakan bot Maximal Extractable Value (MEV) untuk memperoleh sekitar $25 juta aset di blockchain Ethereum. Jaksa menuduh mereka memanipulasi urutan transaksi melalui "sandwich attack"—menaikkan harga token sebelum trader lain dapat membeli atau menjual, lalu menjual di harga lebih tinggi untuk mendapatkan keuntungan dari selisih tersebut.
Namun, setelah persidangan selama empat minggu, kasus ini dinyatakan batal pada 8 November 2025 karena juri gagal mencapai putusan bulat. Beberapa anggota juri dilaporkan menangis karena tekanan yang luar biasa, menyoroti kesenjangan kognitif saat menerapkan kerangka hukum tradisional pada teknologi blockchain.
Penjadwalan Ulang Sidang: Jaksa Minta Waktu Persiapan Lebih Lama
Pada 12 November, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan New York mengajukan permohonan agar sidang ulang dijadwalkan pada akhir Februari atau awal Maret 2026. Permohonan ini bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi kedua pihak untuk mempersiapkan diri, terutama terkait perdebatan kompleks seputar legalitas teknologi MEV.
Jika sidang ulang dilanjutkan, para terdakwa masih berpotensi menghadapi hukuman puluhan tahun penjara atas tuduhan konspirasi melakukan penipuan elektronik dan pencucian uang. Namun, pihak pembela berargumen bahwa tindakan mereka sesuai dengan aturan kode sumber terbuka Ethereum, sehingga merupakan "operasi sah dalam sistem" dan bukan penipuan.
Dampak Industri: Ambiguitas Hukum dan Volatilitas Pasar
- Pergeseran Strategi Institusional:
- Untuk mengurangi risiko hukum terkait MEV, investor institusi mulai beralih ke infrastruktur yang diatur, seperti platform ClearToken CT Settle yang telah disetujui di Inggris.
- Permintaan terhadap koin privasi meningkat; misalnya, ZEC (Zcash) dan XMR (Monero) masing-masing melonjak 10,08% dan 6,07% pada 13 November, mencerminkan kekhawatiran pasar atas anonimitas transaksi.
- Peningkatan Volatilitas Pasar:
- Meskipun Bitcoin dan Ethereum turun masing-masing 1,4% (menjadi $101.988,1) dan 1,49% (menjadi $3.430,97) pada hari tersebut, ketidakpastian terkait kasus MEV dapat semakin memperbesar fluktuasi harga.
- Whale mengakumulasi 36.000 BTC selama dua minggu di tengah koreksi pasar, menandakan tarik ulur antara kepercayaan jangka panjang dan risiko hukum jangka pendek.
Perdebatan Inti: Inovasi Kode atau Penipuan Kriminal?
- Pandangan Jaksa: Tindakan kedua bersaudara tersebut merupakan penipuan "bait and switch", dengan niat jahat memanfaatkan kerentanan MEV-Boost.
- Pembelaan dan Dukungan Industri: Kelompok advokasi kripto Coin Center menilai penuntutan ini sebagai "regulasi yang berlebihan", dan memperingatkan bahwa vonis bersalah dapat menghambat inovasi blockchain.
- Tantangan Hukum: Hakim harus menentukan bagaimana prinsip "itikad baik" diterapkan dalam sistem terdesentralisasi, mengingat hukum saat ini belum memiliki standar jelas terkait niat dalam perilaku berbasis kode.
Prospek ke Depan: Bagaimana Sidang Ulang Akan Membentuk Industri?
Jika jaksa menang, hal ini dapat menjadi preseden kriminalisasi operasi MEV dan mendorong kerangka regulasi DeFi yang lebih ketat, sekaligus meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek. Jika pembela menang, pengembang mungkin akan lebih leluasa mengeksplorasi mekanisme arbitrase on-chain, namun juga memperlihatkan keterbatasan regulasi saat ini dalam mengatasi kompleksitas DeFi.


