Pendiri DWF Labs, Andrei Grachev, baru-baru ini menyatakan bahwa ia meyakini pasar kripto sedang mendekati titik terendahnya, dan bahwa harga Bitcoin kemungkinan masih memiliki ruang volatilitas sekitar 15%.
Sementara investor profesional terus mengalokasikan modal—khususnya ke proyek RWA (Real World Asset) dan proyek dengan "visi berskala besar dan berani"—hampir tidak ada arus dana langsung melalui pembelian di pasar spot.
Kondisi Pasar dan Sinyal Titik Terendah
Pasar kripto saat ini menunjukkan lanskap yang kompleks dan penuh nuansa. Berdasarkan data pasar Gate, per 6 Februari 2026, harga Bitcoin berada di angka $64.707,2, mengalami perubahan -9,19% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $1,92M. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sebesar $1,56T, mewakili 56,80% dari total pasar kripto. Angka-angka ini menandakan bahwa pasar berada pada titik transisi yang krusial.
Andrei Grachev, pendiri DWF Labs, memberikan perspektif penting mengenai kondisi pasar saat ini. Ia percaya pasar kripto sudah dekat dengan titik terendahnya, dengan Bitcoin masih memiliki ruang pergerakan harga sekitar 15%. Pandangannya didasarkan pada analisis mendalam terhadap arus modal dan perilaku investor. Ia mencatat bahwa meskipun investor profesional masih mengalokasikan dana, hampir tidak ada arus langsung ke pembelian di pasar spot.
Situasi Ethereum juga patut dicermati. Harga saat ini adalah $1.907,45, dengan perubahan 24 jam sebesar -9,30%, kapitalisasi pasar $253,2M, dan pangsa pasar 10,01%. Kombinasi antara koreksi harga dan aktivitas perdagangan yang tinggi sering kali menandakan bahwa pasar sedang memasuki fase penilaian ulang nilai.
Arus Modal Profesional dan Divergensi Pasar
Ketika pasar mendekati titik terendahnya, perilaku investor profesional menjadi penanda utama. Menurut pendiri DWF Labs, meski para profesional terus mengalokasikan modal, dana tersebut terutama mengalir ke sektor-sektor tertentu.
Proyek RWA (Real World Asset) dan proyek dengan "visi berskala besar dan berani" kini menjadi tujuan utama arus modal. Tren ini menunjukkan bahwa dana cerdas mencari proyek kripto yang lebih terhubung dengan ekonomi riil atau memiliki potensi disruptif.
Di saat yang sama, arus langsung ke pembelian pasar spot tetap terbatas, mencerminkan sikap hati-hati investor institusi di tengah kondisi saat ini. Mereka lebih memilih investasi terstruktur daripada sekadar membeli di pasar sekunder untuk berpartisipasi dalam ekosistem kripto. Volume perdagangan yang didorong oleh investor ritel saat ini terkonsentrasi di platform seperti PumpFun dan Polymarket. Meskipun "perdagangan spekulatif" semacam ini aktif, Grachev meyakini "dunia tidak akan berubah karenanya."
Ketika pasar mulai pulih dan harga token naik, modal ritel biasanya mengikuti, membeli aset yang dikumpulkan oleh whale serta token baru. Pola bertingkat di antara pelaku pasar ini mengungkapkan logika investasi dan pilihan waktu yang berbeda di ruang kripto.
Faktor Pendorong Aktivitas M&A yang Meningkat
Di balik layar, aktivitas M&A (merger dan akuisisi) di industri kripto saat ini "sangat aktif," dengan banyak proyek dan perusahaan yang diakuisisi. Gelombang konsolidasi ini bukanlah kebetulan, melainkan evolusi alami yang didorong oleh berbagai faktor.
Konsolidasi industri adalah pendorong utama aktivitas M&A. Ketika pasar mendekati titik terendah dan valuasi proyek menjadi lebih rasional, entitas dengan modal besar melihat peluang untuk mengakuisisi aset berkualitas. Prospek pertumbuhan jangka panjang industri kripto sudah jelas, namun "masalah utamanya adalah tingkat kelangsungan hidup." Integrasi sumber daya melalui M&A menjadi cara efektif meningkatkan peluang bertahan. Perusahaan melakukan M&A untuk berbagai tujuan strategis: mencapai pertumbuhan dan diversifikasi, mewujudkan sinergi biaya, memperluas pangsa pasar dan keunggulan kompetitif, memperoleh teknologi atau keahlian baru, serta menghasilkan imbal hasil finansial.
Di industri kripto, motivasi ini tetap relevan, namun dengan pertimbangan khusus seperti integrasi teknologi, penggabungan komunitas, dan penyesuaian tokenomics. Lingkungan saat ini mendukung aktivitas M&A: suku bunga stabil, kondisi pendanaan membaik, dan perusahaan memiliki kebutuhan mendesak akan pertumbuhan dan transformasi. Seluruh faktor ini mendorong lonjakan aktivitas M&A. Pada tahun 2025, nilai transaksi M&A global meningkat signifikan, naik 28% secara kuartalan dan 42% secara tahunan.
Analisis Target Akuisisi Potensial
Dalam lanskap M&A saat ini, tipe proyek kripto tertentu lebih berpeluang menjadi target akuisisi. Memahami karakteristik ini dapat membantu investor mengidentifikasi tren dan peluang industri.
Proyek dengan operasi bisnis nyata dan aliran pendapatan—khususnya yang "setidaknya menghasilkan pendapatan dan berencana untuk go public"—menjadi kandidat akuisisi yang menarik. Proyek semacam ini biasanya telah memvalidasi model bisnisnya, menghasilkan arus kas berkelanjutan, dan dapat memberikan nilai langsung bagi pihak pengakuisisi. Proyek dengan "visi berskala besar dan berani" juga menarik perhatian. Proyek ini sering membawa gagasan terobosan dalam teknologi atau posisi pasar, namun mungkin kekurangan sumber daya atau kemampuan eksekusi untuk mewujudkan visinya. Akuisisi oleh entitas yang lebih besar dapat memberikan dukungan yang diperlukan, sekaligus menawarkan kemampuan inovasi dan potensi pertumbuhan di masa depan bagi pengakuisisi.
Proyek dengan peluang integrasi vertikal yang jelas juga menjadi target M&A yang diminati. Dalam istilah M&A, merger vertikal terjadi antara perusahaan di tahap berbeda dalam rantai pasok industri yang sama. Di kripto, ini bisa berarti sebuah bursa mengakuisisi penyedia dompet, atau blockchain layer-1 mengakuisisi tim pengembang alat untuk melengkapi ekosistem. Tim dengan keahlian teknis mendalam—terutama di bidang mutakhir seperti komputasi privasi, zero-knowledge proof, dan interoperabilitas lintas rantai—sering menjadi incaran perusahaan kripto besar. Akuisisi semacam ini memungkinkan pembeli memperoleh kemampuan teknis kunci secara cepat dan memperpendek siklus pengembangan. Proyek yang sedang mengalami kesulitan namun memiliki aset berkualitas juga masuk radar pembeli strategis selama bear market, karena valuasinya menjadi lebih masuk akal. Proyek semacam ini mungkin menghadapi tantangan karena kekurangan pendanaan atau waktu yang kurang tepat, tetapi teknologi, basis pengguna, atau nilai mereknya tetap menarik.
Jalur Pemulihan Pasar dan Wawasan Investasi
Pemulihan pasar dari titik terendah umumnya mengikuti pola tertentu. Berdasarkan pengamatan industri, ketika pasar mulai bangkit, modal ritel cenderung mengikuti, membeli aset yang dikumpulkan oleh whale dan token baru. Pergeseran arus modal ini menandai titik balik dalam sentimen pasar.
Secara historis, aktivitas M&A sering mendahului titik terendah pasar. Perusahaan biasanya mencari peluang akuisisi saat valuasi rendah, memperoleh aset strategis dengan biaya lebih murah. "Aktivitas M&A di balik layar yang sangat aktif" saat ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar sedang bersiap menuju siklus pertumbuhan berikutnya. Pendiri DWF Labs menegaskan, "Jauh lebih mudah membuat proyek baru viral dan menarik perhatian daripada menghidupkan kembali proyek lama." Perspektif ini menawarkan wawasan penting bagi investor: mencari proyek inovatif di bidang baru dapat memberikan potensi lebih besar dibandingkan mencoba membangkitkan pemain lama.
Perlu dicatat juga bahwa pertumbuhan jangka panjang industri kripto "bukan masalah, hanya soal waktu." Tantangan utamanya terletak pada tingkat kelangsungan hidup proyek. Dalam konteks ini, integrasi sumber daya dan sinergi melalui M&A dapat secara signifikan meningkatkan peluang bertahan dan sukses.
Bagi investor ritel, memantau aktivitas M&A dapat memberikan sinyal pasar yang berharga. Lingkungan M&A yang aktif biasanya menandakan bahwa pelaku industri melihat peluang nilai, yang bisa menjadi konfirmasi bahwa pasar mendekati titik terendah. Di saat yang sama, memahami tipe proyek yang berpeluang menjadi target akuisisi dapat membantu investor menyesuaikan strategi portofolio.
Harga Bitcoin sempat rebound dari titik terendah $59.980,6 ke $64.707,2 dalam 24 jam, sementara Ethereum sempat turun ke $1.744,69 di periode yang sama. Di balik permukaan volatilitas ini, gelombang konsolidasi industri yang tenang sedang berlangsung di dunia kripto.
Tim M&A profesional tengah menilai proyek-proyek yang sedang kesulitan namun memiliki keunikan teknis, layaknya kolektor ulung yang mencari karya seni undervalued saat pasar seni lesu. Perusahaan modal ventura mengalokasikan dana ke RWA dan proyek berwawasan besar, menanam benih untuk siklus berikutnya. Ketika pasar akhirnya pulih, transaksi M&A dan investasi strategis yang terjadi hari ini akan menjadi kekuatan utama dalam membentuk lanskap siklus baru. Boom M&A di dunia kripto mungkin tidak menjadi sorotan utama media arus utama, namun diam-diam sedang mengubah seluruh "kode genetik" industri ini.


