Selama setahun terakhir, Andrew Tate menyetorkan $727.000 ke Hyperliquid, tidak pernah menarik dana apa pun, dan kehilangan seluruh jumlah tersebut melalui serangkaian perdagangan leverage.
Pada 18 November, saldo akunnya akhirnya menyentuh nol. Menurut data on-chain Arkham, bahkan komisi referral sebesar $75.000 yang diperoleh Tate karena membawa trader ke platform juga diinvestasikan kembali ke posisi-posisi dan akhirnya terlikuidasi.
01 Setahun Kerugian Total: Bagaimana $720.000 Lenyap
Perjalanan trading Andrew Tate di Hyperliquid menjadi contoh klasik dari perdagangan leverage berisiko tinggi yang berujung kegagalan.
Analisis blockchain dari Arkham menunjukkan bahwa sosok kontroversial ini menyetorkan $727.000 ke bursa perpetual terdesentralisasi Hyperliquid.
Setiap dolar terkunci dalam posisi rugi, yang akhirnya habis terlikuidasi sepenuhnya.
Riwayat trading Tate sangat fluktuatif.
Pada Juni 2025, ia kehilangan $597.000 di Hyperliquid.
Kemudian pada September, ia membuka posisi long pada token World Liberty Financial (WLFI) dan rugi $67.500. Hanya beberapa menit kemudian, ia membuka posisi baru dan kembali mengalami kerugian.
Rangkaian kerugian ini berlanjut hingga November.
Pada 14 November, ia kembali terlikuidasi, kali ini pada posisi long Bitcoin dengan leverage 40x, kehilangan $235.000.
Empat hari setelahnya, posisi long Bitcoin terakhirnya terlikuidasi di kisaran $90.000, menghapus seluruh saldo akunnya.
Agustus menjadi satu-satunya bulan di mana ia mencetak keuntungan—ia memperoleh $16.000 dari posisi short YZY.
Namun, kemenangan singkat itu pun segera terhapus oleh posisi rugi berikutnya.
02 Matematika Mematikan: Win Rate 35% dan Leverage 40x
Mekanisme di balik kerugian Tate sebenarnya sederhana: leverage tinggi memperbesar potensi untung maupun rugi, dan tingkat kemenangan di bawah 40% berarti lebih sering kalah daripada menang.
Ia melakukan lebih dari 80 transaksi di Hyperliquid, dengan tingkat kemenangan hanya 35,5%.
Dalam beberapa bulan saja, total kerugiannya mencapai $699.000.
Dengan win rate serendah itu (hampir satu dari tiga), Tate sebenarnya membutuhkan kemenangan jauh lebih banyak daripada kekalahan hanya untuk impas.
Namun, hal itu tak pernah tercapai.
Pada kontrak perpetual leverage, posisi 40x bisa terlikuidasi paksa hanya dengan pergerakan harga 2,5%.
Posisi Tate sering berada di ambang atau bahkan melebihi ambang ini, sehingga koreksi pasar sekecil apa pun dapat memicu likuidasi.
Ketika ia kembali masuk pasar setelah terlikuidasi, seringkali dengan leverage yang sama atau lebih tinggi, ia pada dasarnya mengulangi risiko yang sama dengan modal yang semakin menipis.
Seiring waktu, dinamika ini menguras seluruh dananya.
03 Trading Publik Berubah Menjadi Tontonan Publik
Kebiasaan Tate menyiarkan aktivitas trading sebelum posisinya selesai mengubah akun pribadinya menjadi semacam buku besar publik.
Sebagian besar trader yang terlikuidasi akibat leverage biasanya mengalami hal itu secara diam-diam—likuidasi mereka hanya tercatat dalam agregat bursa, tanpa kisah pribadi.
Namun, Tate justru memublikasikan catatan trading, menandai posisi, dan kadang menghapus bukti setelah terlikuidasi paksa.
Pola ini tak pelak lagi menarik perhatian media dan investigasi on-chain.
Arkham, Lookonchain, dan sejumlah firma lain bahkan membuat tracker khusus untuk memantau akunnya, karena setiap likuidasi pasti menghasilkan klik dan komentar.
Infrastruktur Hyperliquid membuat pelacakan perdagangan sangat mudah.
Berbeda dengan bursa terpusat yang detail akunnya privat, Hyperliquid melakukan settlement on-chain sehingga riwayat trading dapat diakses siapa saja yang memiliki alamat.
Begitu Lookonchain mengaitkan persona publik Tate dengan alamat Hyperliquid tertentu, akunnya pun menjadi sorotan.
Setiap margin call, re-entry, hingga likuidasi terakhir, semuanya tercatat dan diberi timestamp secara instan.
04 Mekanisme Platform dan Peringatan untuk Trader Ritel
Pertanyaan yang lebih luas dari insiden Tate adalah apakah platform perdagangan perpetual leverage tinggi memang dirancang untuk keberhasilan investor ritel—atau sekadar mengambil dana dari trader yang terlalu percaya diri.
Hyperliquid menawarkan leverage hingga 50x pada beberapa pasangan, dan secara otomatis memicu margin call ketika ekuitas bersih turun di bawah ambang pemeliharaan.
Bagi trader berpengalaman dan disiplin, fitur ini dapat membantu mengoptimalkan strategi modal.
Namun, bagi mereka yang win rate-nya rendah dan gemar menambah posisi saat rugi, fitur ini justru menjadi mesin likuidasi.
Platform mengenakan biaya trading pada setiap posisi, setiap re-entry, dan setiap likuidasi paksa.
Program referral membayar Tate $75.000 untuk mendatangkan volume trading, lalu mengambil kembali jumlah yang sama melalui likuidasi.
Dari sudut pandang bisnis, sistem ini berjalan persis seperti yang dirancang.
05 Pertumbuhan Platform dan Prospek Pasar
Terlepas dari sorotan akibat kerugian trading Tate, Hyperliquid sebagai platform terus menunjukkan pertumbuhan.
Per 21 November, data terbaru menunjukkan HYPE diperdagangkan di $40,2216 di Gate, naik 4,29% dalam 24 jam.
Performa ini sangat berkaitan dengan perkembangan platform secara keseluruhan.
Baru-baru ini, dua platform dompet utama—Phantom dan SafePal—meluncurkan dukungan native untuk Hyperliquid (HYPE) dan aset HyperEVM pada 19 November.
Phantom, yang memiliki lebih dari 15 juta pengguna, kini memungkinkan swap antar token HyperEVM dan mendukung swap lintas chain dari Solana, Ethereum, Base, dan Sui ke HYPE.
SafePal menyelesaikan integrasi penuh Hyperliquid untuk dompet perangkat lunak dan perangkat kerasnya pada hari yang sama.
Pengguna dapat membuka posisi long atau short dengan leverage hingga 40x dan mengelola aset HyperEVM secara native.
Platform ini juga tengah menjajaki kemitraan lebih dalam, termasuk potensi kampanye Walletdrop.
Lini produk SafePal menjangkau lebih dari 25 juta pengguna, memberikan eksposur global yang luas bagi Hyperliquid.
Dari sisi analisis teknikal, harga Hyperliquid kini mendekati level mid-range $40.
Tren harga menunjukkan pasar menekan level mid-range $40 setelah membentuk pola double bottom di kisaran $30-an bawah.
Dalam beberapa pekan terakhir, candlestick bergerak semakin rapat di antara lower high dan higher low, membentuk pola kompresi—sinyal klasik bahwa volatilitas kuat mungkin segera terjadi.
Prospek
Kasus Andrew Tate menggambarkan realitas matematis yang keras: win rate 35% dipadukan dengan leverage 40x hanya berakhir satu arah—nol. Dana $727.000 yang dulu ada di akunnya kini hanya tersisa sebagai deretan catatan likuidasi yang dapat diakses publik dan saldo akhir sebesar $984.
Saat posisi long Bitcoin terakhir Tate terlikuidasi pada 18 November, order book Hyperliquid tetap berjalan tanpa suara.
Sementara itu, token HYPE mendekati level resistance krusial di $40.
Dua kisah paralel ini—kegagalan trading individu dan kemajuan teknologi platform—secara sempurna mencerminkan risiko tinggi dan potensi imbal hasil besar yang menjadi ciri khas pasar kripto.


