Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pusat Merencanakan Skema Jaminan Kredit sebesar Rs 22,5 Lakh Crore untuk Mendukung Industri di Tengah Krisis West Asia
(MENAFN- KNN India) ** New Delhi, 4 Apr (KNN)** Pemerintah India sedang menyiapkan skema penjaminan kredit senilai Rs 2–2,5 lakh crore untuk mendukung bisnis yang menghadapi tekanan akibat ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung di Asia Barat, demikian sumber mengatakan.
Skema yang diusulkan bertujuan untuk memastikan likuiditas, menstabilkan industri, dan meredam dampak ekonomi dari meningkatnya harga minyak, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian global, lapor The Economic Times.
** Ditiru dari Skema Era Pandemi**
Inisiatif baru ini kemungkinan akan dirancang dengan mengacu pada Emergency Credit Line Guarantee Scheme (ECLGS) yang diperkenalkan selama pandemi COVID-19.
Skema ini mungkin menawarkan pinjaman tanpa agunan dengan dukungan pemerintah 100 persen. Penerima manfaat yang menjadi target diperkirakan mencakup UMKM dan sektor lain yang terdampak. Tujuannya adalah membantu perusahaan mengelola gangguan arus kas jangka pendek
** Respons terhadap Tekanan Ekonomi yang Meningkat**
Langkah ini hadir ketika industri menghadapi tekanan yang terus memuncak akibat tingginya biaya input dan logistik, gangguan pada jalur perdagangan global, serta volatilitas harga minyak mentah.
Pemerintah telah memulai konsultasi dengan pemangku kepentingan industri untuk menilai gangguan secara real-time dalam produksi dan rantai pasok.
** Bagian dari Strategi Ekonomi yang Lebih Luas**
Skema ini merupakan bagian dari respons kebijakan yang lebih luas terhadap konflik di Asia Barat, yang telah mendorong Pusat untuk mempertimbangkan berbagai langkah bantuan dan reformasi guna menjaga stabilitas ekonomi.
Langkah-langkah terbaru mencakup skema dukungan ekspor (inisiatif RELIEF), perpanjangan tenggat kredit ekspor oleh Reserve Bank of India, serta langkah untuk menstabilkan rantai pasok dan mengelola inflasi.
** Fokus pada UMKM dan Aliran Kredit**
Skema ini diharapkan memainkan peran penting dalam mendukung UMKM yang menghadapi tekanan likuiditas, mencegah lonjakan gagal bayar pinjaman dan NPA, serta menjaga kelancaran aliran kredit dalam sistem perbankan.
Mekanisme penjaminan kredit biasanya menurunkan risiko pihak pemberi pinjaman, sehingga mendorong bank untuk menyalurkan pinjaman bahkan ketika kondisi ekonomi tidak pasti.
Meskipun detail skema masih belum final, pengumuman resmi diperkirakan segera. Inisiatif ini kemungkinan akan memperkuat ketahanan keuangan di berbagai sektor, terutama jika ketegangan geopolitik berlanjut dan tekanan ekonomi meningkat.
** (KNN Bureau)**
MENAFN04042026000155011030ID1110942603