ADB secara tajam memotong prospek pertumbuhan Asia karena kejutan Timur Tengah mulai menyebar lebih dalam ke energi, inflasi, dan sentimen pasar.


📌 ADB menurunkan perkiraan pertumbuhan untuk Asia-Pasifik yang sedang berkembang menjadi 4,7% pada 2026 dan 4,8% pada 2027, sebuah penurunan yang jelas dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,1% untuk kedua tahun tersebut.
⚠️ Hal yang lebih mencolok adalah bahwa inflasi tahun 2026 dinaikkan menjadi 5,2%, menunjukkan bahwa biaya energi dan tekanan harga impor sedang beralih dari risiko jangka pendek menjadi hambatan makro yang lebih luas.
🛢️ Faktor utama adalah konflik berkepanjangan di Timur Tengah, yang telah mengganggu aliran minyak dan perdagangan melalui Hormuz, sementara harga minyak mentah yang tinggi menambah tekanan pada ekonomi utama pengimpor energi di seluruh Asia.
📉 Dalam skenario terburuk, jika harga minyak naik tajam sejak Mei dan tetap tinggi, pertumbuhan regional bisa turun menjadi 4,2% pada 2026, sementara inflasi bisa melonjak menjadi 7,4%.
🔎 Untuk pasar, ini menambah tekanan pada saham Asia dan aset berisiko, sementara minyak dan emas tetap menjadi dua area yang paling sensitif jika ketegangan geopolitik tidak mereda segera.
#MarketInsights #AsiaEconomy
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan