Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja saya menemukan sebuah statistik yang membuat saya berpikir. Kapitalisasi pasar emas telah mencapai angka 30 triliun dolar. Itu benar-benar mengesankan, jika dipikirkan berapa banyak diskusi tentang Bitcoin, Nvidia, Apple, dan Google yang berlangsung.
Biarkan saya menempatkannya dalam perspektif. Emas, logam mulia yang dianggap "tidak produktif", memiliki kapitalisasi pasar yang jauh melampaui Bitcoin. Nvidia, salah satu saham teknologi terpanas dalam beberapa tahun terakhir? Juga jauh lebih kecil. Apple dan Google, raksasa teknologi yang membentuk kehidupan sehari-hari kita? Jauh di belakang emas.
Yang membuat saya terpesona adalah ironi di baliknya. Emas sering dikritik karena tidak menghasilkan arus kas, tidak membayar dividen, dan sepenuhnya spekulatif. Namun, kapitalisasi pasar "tidak produktif" ini memiliki volume yang mengalahkan sebagian besar kelas aset lainnya. Ini menunjukkan seberapa mendalam kepercayaan terhadap emas sebagai penyimpan nilai.
Jika kita melihat kapitalisasi pasar emas, menjadi jelas bahwa aset tradisional masih memiliki bobot yang sangat berbeda dari yang kita bayangkan. Revolusi digital telah banyak mengubah segalanya, tetapi dominasi emas sebagai aset kepercayaan global tetap tak tergoyahkan.
Ini adalah salah satu hal yang mengingatkan saya betapa besar pasar sebenarnya dan betapa berbedanya distribusi modal. Menarik untuk diamati bagaimana kapitalisasi pasar ini akan berkembang ke depannya.