Pemimpin Tertinggi Iran, Mengajukan Tiga Poin untuk Perundingan


Pada tanggal 9 waktu setempat, stasiun televisi nasional Iran menayangkan pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mujejteba Hamenei, yang menekankan bahwa Iran tidak mencari perang, tetapi juga tidak akan melepaskan haknya. Pernyataan terbaru Mujejteba dirilis dalam konteks peringatan 40 hari atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran yang telah wafat, Ali Hamenei, setelah diserang. Pernyataan tersebut meninjau kembali perjalanan hidup Ali Hamenei, sekaligus menegaskan bahwa kemenangan Iran dalam perang bergantung pada persatuan pemerintah, militer, dan rakyat.
Pernyataan tersebut secara tegas mengajukan tiga poin:
▪️ Pertama, Iran pasti akan menuntut “ganti rugi perang” dari pihak yang melakukan invasi, menagih “utang darah para syuhada”;
▪️ Kedua, akan mendorong pengelolaan Selat Hormuz ke “tahap baru”;
▪️ Ketiga, Iran sama sekali tidak akan melepaskan hak-hak sahnya sendiri, dan akan mempertimbangkan semua “barisan perlawanan” di kawasan sebagai satu kesatuan yang terpadu.
Pernyataan tersebut juga menyerukan agar negara-negara tetangga di pesisir selatan Teluk Persia (negara-negara Arab Teluk) berdiri di “pihak yang benar”, dengan menyatakan bahwa Iran akan menunjukkan itikad baik kepada negara-negara tersebut, tetapi dengan syarat mereka menjauh dari “para penguasa yang angkuh”. (Sumber: CCTV News)
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan