Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru saja membaca sebuah cerita tentang para penambang awal Bitcoin, cukup menarik. Pengembang Finlandia bernama Martti Malmi ini, pada tahun 2009 hingga 2010, menambang sebanyak 55.000 BTC hanya dengan menggunakan laptop. Jika dihitung berdasarkan harga saat ini, nilainya lebih dari 1B dolar. Tapi cerita tentang kekayaan bersih Martti Malmi bukan sekadar tentang "terlewatkan sesuatu", melainkan mengungkapkan sebuah mentalitas yang sangat unik.
Orang ini saat belajar ilmu komputer sudah bekerja sama dengan pendiri Bitcoin, Satoshi Nakamoto, membantu merilis versi Linux dari perangkat lunak Bitcoin. Kemudian dia juga membuat forum BitcoinTalk, yang menjadi kontribusi penting bagi komunitas Bitcoin. Yang menarik, dia mulai menjual sebagian besar BTC-nya sejak 2012, dengan harga berkisar antara 15 hingga 30 dolar. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk membeli rumah sendiri, dan dia bahkan berkomentar, "Usia 22 tahun sudah bisa membeli rumah dengan uang sendiri, itu hal besar."
Saya rasa ini mencerminkan mentalitasnya saat itu—bukan untuk memaksimalkan kekayaan, melainkan cukup memenuhi kebutuhan hidup nyata. Dia sendiri pernah bilang, mungkin karena latar budaya Finlandia dan idealisme masa mudanya, dia tidak pernah berpikir untuk menjadi kaya raya dari Bitcoin. Menambang itu awalnya hanyalah produk sampingan agar node-nya tetap berjalan dan orang lain bisa terhubung.
Meskipun melewatkan kenaikan harga yang besar kemudian hari, Malmi tetap menyimpan sebagian BTC dan tetap aktif di komunitas Bitcoin. Dia tidak menyesal dengan pilihannya, malah merasa bangga atas kontribusinya terhadap Bitcoin. Cerita ini benar-benar mengingatkan kita bahwa banyak peserta awal Bitcoin tidak ikut serta demi kekayaan mendadak, melainkan karena percaya pada sebuah ide teknologi.
Dibandingkan dengan mereka yang menjadi super kaya karena memegang BTC sejak awal, kisah Malmi terasa lebih nyata dan manusiawi. Pilihannya mungkin bukan untuk memaksimalkan kekayaan bersih, tapi untuk menjalani hidup yang lebih memuaskan. Itulah mengapa dia tetap aktif berpartisipasi di komunitas, bukan langsung mengundurkan diri. Kisah Bitcoin tidak pernah hanya tentang uang, dan pengalaman Malmi adalah bukti terbaik.