Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar Setelah "Ditegur": Ke Mana Arah Kripto dan Minyak Mentah?
1-2 April, pasar global mengalami fluktuasi ekstrem. Awalnya, Trump dan Presiden Iran mengirimkan sinyal "penyelesaian damai", pasar pun rebound secara kolektif—Bitcoin sempat menembus $69.000, Dow Jones melonjak 1100 poin, minyak mentah anjlok 6%.
Namun, situasi dengan cepat berbalik.
Setelah Iran menolak permintaan gencatan senjata, suasana pasar pun mereda, Bitcoin kembali di bawah $69.000. Yang benar-benar memukul pasar adalah pidato Trump: dalam satu jam setelah pidato, harga minyak Brent melonjak dari $99,37 menjadi $105,97, kenaikan sebesar 6,64%; WTI naik dari $97,9 menjadi $104,12, kenaikan 6,35%.
Pengaruh pidato tersebut menyebabkan indeks saham utama di AS, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan turun. Direktur Jenderal IEA, Birol, mengeluarkan peringatan terbaru: kekurangan pasokan minyak di April akan menjadi dua kali lipat dari Maret, banyak negara mungkin segera menghadapi pengaturan energi. UBS menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak membawa risiko inflasi baru, membuat Federal Reserve semakin berhati-hati, dan ambang penurunan suku bunga secara signifikan meningkat.
Harapan gencatan senjata telah benar-benar sirna, "bertempur sambil berbicara" menggantikan "harapan gencatan senjata" sebagai kenyataan baru.
Dalam jangka pendek, pasar kripto akan sangat bergantung pada perkembangan berita geopolitik—situasi memburuk, pasar tertekan; ada peluang negosiasi, pasar rebound. Tapi setidaknya dalam dua hingga tiga minggu ke depan, gencatan senjata yang nyata hampir tidak mungkin terwujud.
Investor harus tetap waspada, mengendalikan posisi, memperhatikan perubahan situasi, dan jangan blindly percaya pada "harapan gencatan senjata".