Staking telah menjadi cara utama bagi pemilik cryptocurrency untuk mendapatkan imbal hasil tambahan di blockchain PoS seperti Ethereum dan Solana. Dengan semakin besarnya arus modal institusional ke sektor ini, integrasi imbal hasil staking ke produk investasi yang sesuai regulasi menjadi keharusan. Baru-baru ini, IRS dan Departemen Keuangan Amerika Serikat merilis panduan yang memungkinkan, di bawah syarat tertentu, ETF kripto atau produk kepercayaan yang patuh regulasi untuk melakukan staking pada aset yang memenuhi kriteria dan membagikan imbal hasil staking kepada investor.
Integrasi Imbal Hasil Staking dan ETF Cryptocurrency
Staking berarti memegang aset kripto sekaligus berpartisipasi dalam proses validasi jaringan untuk memperoleh imbalan dari jaringan blockchain. Staking langsung sering kali menghadirkan hambatan teknis dan risiko lock-up bagi investor individu. Lewat ETF atau produk kepercayaan yang patuh regulasi, investor bisa menikmati imbal hasil staking melalui jalur investasi yang sudah dikenal—tanpa perlu menjalankan node atau mengelola private key sendiri.
Poin Utama dan Ketentuan dari Panduan AS Terbaru

Gambar: https://x.com/SecScottBessent/status/1987968331681317312
- ETF atau produk kepercayaan wajib terdaftar di bursa efek nasional atau memenuhi persyaratan perdagangan yang setara.
- Dana hanya boleh memegang satu jenis token staking yang memenuhi syarat, misalnya Ethereum atau Solana, serta kas.
- Staking harus dilakukan melalui kustodian yang memenuhi persyaratan regulasi dan validator yang patuh regulasi.
- Dana dapat membagikan imbal hasil staking kepada investor, tunduk pada peraturan pajak dan produk kepercayaan.
Dampak bagi Investor Institusional dan Retail
Investor institusional kini dapat berinvestasi di aset kripto sekaligus memperoleh imbal hasil staking, sehingga mengatasi ketidakpastian pajak dan kepatuhan yang sebelumnya ada. Investor retail mendapat kemudahan akses melalui ETF yang terdaftar, sekaligus menurunkan risiko dan hambatan teknis untuk ikut staking.
Peluang dan Penilaian Risiko
Peluang:
- Menambah daya tarik ETF, dengan imbal hasil staking tahunan di beberapa jaringan PoS antara 2% sampai 8%.
- Transparansi produk yang lebih baik dan potensi pengurangan biaya pengelolaan.
- Dengan semakin matang pasar, institusi keuangan arus utama diperkirakan akan semakin tertarik.
Risiko:
- Tidak semua dana dapat langsung memenuhi regulasi; proses restrukturisasi membutuhkan waktu.
- Risiko masa lock-up, hukuman slashing, dan volatilitas imbalan dapat memengaruhi hasil investasi.
- Perubahan kebijakan pajak dan regulasi di masa depan masih mungkin terjadi.
Prospek ke Depan
Panduan ini dapat mempercepat pergeseran aset kripto dari investasi niche menjadi produk keuangan arus utama:
- Akan lebih banyak ETF dan produk kepercayaan berbasis token PoS yang diluncurkan, dengan penekanan pada imbal hasil staking.
- Perusahaan keuangan tradisional diprediksi akan memperluas keterlibatan di ekosistem kripto dan mengoptimalkan strategi staking mereka.
- Investor dapat mengintegrasikan imbal hasil staking ke portofolio mereka, sehingga memperoleh pendapatan pasif dan eksposur terhadap aset dasar.